Entries by Rahmat Al-Barawi

Menjadi Pembelajar seperti Ibn Abbas

Ketika membahas seputar tafsir di era sahabat, salah satu nama yang tidak bisa dilepaskan adalah Abdullah ibn Abbas. Dalam sejarah, beliau dikenal dengan sebutan Tarjuman al-Quran. Pertanyaannya adalah, mengapa Ibn Abbas bisa mendapatkan predikat tersebut? Imam Husain az-Zahabi dalam kitabnya, at-Tafsir wa al-Mufassirun, menerangkan alasan Ibn Abbas menjadi orang yang spesial dalam memahami Al-Quran. Spiritualitas, […]

Cerita Lain dari Desa

Desa sering kali dibayangkan sebagai ruang yang tenang: hamparan hijau yang membentang, udara pagi yang segar, dan warga yang hidup rukun saling membantu. Namun, jika mau melihat lebih dekat, gambaran itu sebenarnya sudah lama berubah. Ada cerita lain dari desa hari ini. Kriminalitas, pembunuhan, perampokan, dan kejahatan lainnya tak lagi menjadi potret khas orang kota. […]

Dekadensi Intelektual

Beberapa waktu lalu, saya bersama para mahasiswa membaca kitab yang ditulis satu abad silam oleh Syakib Arslan, Limadza Ta’akkhara al-Muslimun wa Taqaddama Ghayruhum, Mengapa Umat Islam Terbelakang dan Yang Lain Maju? Meski telah berusia ratusan tahun, pesan di dalamnya tetap bergema, menghantam kenyataan hari ini. Menarik mengulas latar belakang penulisan kitab tersebut sebelum mengulik isinya. […]

Membaca “Orang-orang Proyek” Ahmad Tohari

Belakangan ini, ruang-ruang diskusi dan obrolan saya kerap diisi oleh kecemasan kawan-kawan sebaya yang gagap beradaptasi di lingkungan kerja. Di satu sisi, mereka datang membawa gairah dan idealisme yang menyala. Namun di sisi lain, tatanan realitas pekerjaan menyambut mereka dengan kebiasaan potong kompas, patronase “orang dalam”, dan tekanan struktur yang menuntut kompromi etis secara masif. […]

Menakar Tawaran Epistemic Partnership

“Saking pintarnya, saking pintarnya jadi g*blok.” Demikian pernyataan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu yang viral di media sosial. Ia menyoroti kejujuran intelektual yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang pakar. Dengan narasi yang lebih “sopan” sedikit, Buya Syafii belasan tahun silam menulis artikel berjudul “Pengkhianatan Kaum Intelektual Indonesia: Perspektif Kebudayaan.” Iya, Buya Syafii melabeli pengkhianat pada […]

Membedah Mitos “Islam ala Rezim”

Dalam tiap panggung sejarah, relasi antara agama dan kekuasaan politik tidak pernah sepi dari perbincangan. Salah satu cara paling kasat mata untuk merekam perjumpaan ini adalah melalui kehadiran literatur yang “memotret” sekaligus mengagungkan keislaman seorang pemegang kekuasaan. Jejak ini bisa kita telusuri dari bagaimana Sukarno mengkritik cara beragama yang kaku dalam Islam Sontoloyo, pergeseran politis […]

Jebakan “Orang Have”

“Ayah saya seumur hidup tidak pernah kenal uang, tapi tetap hidup dari ladang dan berburu.” Ungkapan Didimus, seorang warga Papua Nugini yang dicatat Agustinus Wibowo dalam buku Indonesia dari Seberang Batas, seketika menyentak kesadaran kita. Saat membaca buku terbaru Agustinus tersebut, saya membayangkan bagaimana kehidupan nenek moyang kita yang bisa bertahan hidup di alam terbuka. […]

Jejak Ekologis dalam Sirah Nabawiyah

Ada seratus ribu buku syair semuanya jadi malu di hadapan kata sang buta huruf! — Jalaluddin Rumi   Rabiulawal adalah bulan kebahagiaan bagi umat Islam. Di bulan inilah kekasih pamungkas utusan Tuhan dilahirkan. Kehadiran Nabi merupakan nikmat agung bagi umat manusia. Kedatangannya membawa pencerahan, menuntun manusia keluar dari kegelapan kebodohan menuju cahaya benderang pengetahuan. Tak […]

Mencari Makna Merdeka pada Orang Biasa

Selama satu pekan ini, gegap gempita perayaan kemerdekaan Republik Indonesia amat terasa. Di tingkat RT/RW hingga lembaga pendidikan dan perkantoran turut serta menyemarakkan kemerdekaan. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan seabrek perlombaan khas 17-an, seperti tarik tambang, balap karung, makan kerupuk hingga panjat pinang. Sebagian yang lain, memilih tidak merayakan kemerdekaan sebagai bentuk protes terhadap […]

Melampaui Salat Istisqa’

Di berbagai daerah, terutama di Pulau Kalimantan, memasuki musim kemarau panjang. Hujan lama tak menyapa tanah ini. Imbasnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun tak dapat dihindarkan. Pemantauan BMKG pada 19 Agustus 2026 mencatat sebaran asap di Sumatera Selatan dan seluruh provinsi Kalimantan, yang bergerak ke arah Barat hingga Timur Laut mengikuti hembusan angin dari […]