Entries by Rahmat Al-Barawi

Menakar Tawaran Epistemic Partnership

“Saking pintarnya, saking pintarnya jadi g*blok.” Demikian pernyataan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu yang viral di media sosial. Ia menyoroti kejujuran intelektual yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang pakar. Dengan narasi yang lebih “sopan” sedikit, Buya Syafii belasan tahun silam menulis artikel berjudul “Pengkhianatan Kaum Intelektual Indonesia: Perspektif Kebudayaan.” Iya, Buya Syafii melabeli pengkhianat pada […]

Membedah Mitos “Islam ala Rezim”

Dalam tiap panggung sejarah, relasi antara agama dan kekuasaan politik tidak pernah sepi dari perbincangan. Salah satu cara paling kasat mata untuk merekam perjumpaan ini adalah melalui kehadiran literatur yang “memotret” sekaligus mengagungkan keislaman seorang pemegang kekuasaan. Jejak ini bisa kita telusuri dari bagaimana Sukarno mengkritik cara beragama yang kaku dalam Islam Sontoloyo, pergeseran politis […]

Jebakan “Orang Have”

“Ayah saya seumur hidup tidak pernah kenal uang, tapi tetap hidup dari ladang dan berburu.” Ungkapan Didimus, seorang warga Papua Nugini yang dicatat Agustinus Wibowo dalam buku Indonesia dari Seberang Batas, seketika menyentak kesadaran kita. Saat membaca buku terbaru Agustinus tersebut, saya membayangkan bagaimana kehidupan nenek moyang kita yang bisa bertahan hidup di alam terbuka. […]

Jejak Ekologis dalam Sirah Nabawiyah

Ada seratus ribu buku syair semuanya jadi malu di hadapan kata sang buta huruf! — Jalaluddin Rumi   Rabiulawal adalah bulan kebahagiaan bagi umat Islam. Di bulan inilah kekasih pamungkas utusan Tuhan dilahirkan. Kehadiran Nabi merupakan nikmat agung bagi umat manusia. Kedatangannya membawa pencerahan, menuntun manusia keluar dari kegelapan kebodohan menuju cahaya benderang pengetahuan. Tak […]

Mencari Makna Merdeka pada Orang Biasa

Selama satu pekan ini, gegap gempita perayaan kemerdekaan Republik Indonesia amat terasa. Di tingkat RT/RW hingga lembaga pendidikan dan perkantoran turut serta menyemarakkan kemerdekaan. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan seabrek perlombaan khas 17-an, seperti tarik tambang, balap karung, makan kerupuk hingga panjat pinang. Sebagian yang lain, memilih tidak merayakan kemerdekaan sebagai bentuk protes terhadap […]

Melampaui Salat Istisqa’

Di berbagai daerah, terutama di Pulau Kalimantan, memasuki musim kemarau panjang. Hujan lama tak menyapa tanah ini. Imbasnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun tak dapat dihindarkan. Pemantauan BMKG pada 19 Agustus 2026 mencatat sebaran asap di Sumatera Selatan dan seluruh provinsi Kalimantan, yang bergerak ke arah Barat hingga Timur Laut mengikuti hembusan angin dari […]

Hakikat Kemerdekaan dalam Al-Quran (Part 2-Akhir)

Kemerdekaan identik dengan kebebasan dari penjajahan fisik. Namun, Islam mengajak kita menembus makna yang lebih dalam: Apakah jiwa kita benar-benar merdeka, atau raga kita merdeka tetapi hati kita justru terjajah oleh kemelekatan duniawi? Kemerdekaan sejati adalah pembebasan jiwa dari belenggu kerakusan dan ketergantungan pada materi duniawi. Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menegaskan: “Engkau adalah […]

Hakikat Kemerdekaan dalam Al-Quran (Part 1)

Di sepanjang jalan, di gang-gang pemukiman, hingga di depan pekarangan rumah kita masing-masing, bendera Merah Putih dan umbul-umbul berkibar dengan megahnya. Bahkan, imbauan dan edaran dari pengurus RT, RW, hingga pemerintah daerah giat mengingatkan kita untuk menyemarakkan suasana kemerdekaan. Berbagai perlombaan dan kegiatan warga pun digelar dengan penuh keceriaan. Namun, di tengah hiruk-pikuk dan kemeriahan […]

Belajar dari Spider-Man: Brand New Day

“Karena kita kehilangan seseorang, bukan berarti kita layak menjalani kehidupan ini sendirian” (Peter Parker) ~~~ Dunia imajinasi kita hidup bersama para pahlawan super dalam film sci-fiction. Entah itu yang dibuat oleh Marvel maupun DC. Kehadiran super hero itu membuat kita menantikan sosok hebat yang dapat mengubah dunia, negara, atau daerah tempat kita tinggal. Sayangnya, kekuatan […]

Nasihat untuk Pemimpin dari Imam Al-Ghazali

Beberapa waktu lalu, saya terlibat perdebatan kecil dengan netizen mengomentari keresahan warga yang hidup di tapak tambang. Dalam konten tersebut, tertulis protes warga yang sering mendengar suara bising serta debu polusi dari aktivitas pertambangan yang terjadi amat dekat dengan rumah warga. Saya tertegun membaca salah satu komentar yang justru menyalahkan warga. Menurutnya, wargalah yang bersalah […]