Plan Internasional, Unicef, Rumah KitaB, dan Jaringan AKSI Remaja Perempuan Indonesia menyelenggarakan acara Sehari Jadi Menteri dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional dengan mengundang 21 peserta dari seluruh Indonesia, 3 diantaranya survivor dari pesantren di Cirebon dan Sumenep dan 1 santri berprestasi dari Cipasung. Tema IDG tahun ini ” Sehari Menjadi Menteri: rekomendasi remaja atasi perkawinan Anak”.
Berikut hasil Rekomendasi Seharijadimenteri KPPPA:
- Mendorong Presiden mengesahkan Perppu Pencegahan Perkawinan Anak.
Mengeluarkan Permen untuk memberikan rekomendasi daerah untuk membuat Peraturan Daerah (Pergub – Perwali – Perbup – Perdes).
- Ketegasan hukum terkait kekerasan seksual, pengesahan UU Penghapusan Kekerasan Seksual.
- Partisipasi seluruh lapisan masyarakat terhadap penyadaran Manajemen Kesehatan Menstruasi, nutrisi ibu hamil, dll.
- Akses terhadap media digital dan non digital yang ramah terhadap anak, yang dapat diakses anak baik di di wilayah rural maupun urban.
- TV Mas (Tim Evaluasi Masyarakat) untuk mengevaluasi peraturan2 terkait perkawinan anak, kota/kab layak anak, pencatatan kelahiran, dan layanan kesehatan.
- Pelatihan kepemimpinan perempuan.
- Para penyintas perkawinan anak mendapatkan kembali haknya terhadap pendidikan.
- Pemerataan dan penguatan PATBM dan Puspaga; Sekolah Keterampilan untuk Anak (SERAP), No Exploitation to Women (NEW), dan pekan kreatif utk peningkatan kesadaran.
- Bekerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat. (Dilla)