Catatan Gus Jamal: SELAWAT

Oleh Jamaluddin Mohammad
Seorang perempuan sowan kepada Hasan al-Bashri meminta diajari agar ia bisa bermimpi bertemu anak perempuan kesayangannya yang sudah lama meninggal.
Hari-harinya semakin berat menanggung rindu tak tertahankan. Ia ingin sekali berjumpa walau hanya lewat mimpi.
Seminggu berikutnya, perempuan itu datang lagi menemui Hasan al-Bashri. Dengan wajah murung sambil menangis ia menceritakan mimpinya kepada Hasan al-Bashri. Ia melihat sekujur tubuh anaknya berlumur aspal panas (tir). Leher dan kedua kakinya terbelenggu. Mendengar cerita tersebut Hasan al-Bashri terhanyut dalam kesedihan dan ikut menangis.
Beberapa hari berselang, Hasan al-Bashri bermimpi bertemu seorang perempuan cantik memakai mahkota dari emas. Wajahnya berseri dan tersenyum menyapa Hasan al-Bashri.
“Hi, Hasan! Apakah kau mengenalku?”
Hasan al-Bashri hanya terdiam terpaku menatap bidadai sorga itu.
“Saya anak seorang ibu yang tempo hari mendatangimu dan menceritakan tentang keadaanku,” ujar perempuan itu.
“Mengapa penampilanmu sekarang berubah?” Tanya Hasan.
“Suatu hari,” perempuan berparas ayu itu mulai bercerita, “seseorang melewati makbarah kami (kompleks pekuburan) sambil membaca selawat. Satu bacaan selawatnya menghentikan siksa kubur 550 orang yang di kubur di makbarah kami. Berkat bacaan selawat orang tersebut kami mendapat maghfirah (ampunan) Allah SWT dan sekarang kami berada di surga.”
Sholu ala annaby Muhammad….
Sumber: mukasyafah al-qulub lil Ghazali
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.