Pos

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU TK DALAM PENDIDIKAN KARAKTER AHLAKUL KARIMAH AKTIF

Oleh: Dra. Nunung Sulastri

Saya Kepala Sekolah TK ABA 3 Kecamatan Banjarsari, Ciamis. Saya telah memimpin sekolah ini sejak tahun 2015 setelah suami pensiun dan kami pindah dari Semarang. Ketika di Semarang saya juga memimpin TK ABA selain aktif membantu penelitian Aisyiyah Pusat. Setelah pindah ke Banjarsari  dan memimpin TK ABA 2 kemudian ABA 3 saya ditujuk sebagai ketua IGTKI  Kecamatan dan aktif di  lembaga pendidikan Pra Sekolah tingkat Kabupaten di Ciamis.

TK ABA di Kecamatan Banjarsari dapat dikatakan TK yang telah berpengalaman menyelenggarakan pedidikan TK. Selain itu ada TK Merpati yang dikelola Persit Chandrakirana dan TK PUI. Semula Aisyiyah di Banjarsari hanya memiliki  satu TK, namun berkat aktivitas Aisyiyah dan permintaan warga, kami kemudian membuka lagi TK ABA 2, dan TK ABA 3 yang didirikan mengiringi pemekaran Kecamatan Banjarsari dan Banjaranyar.

Sebelum adanya larangan tatap muka akibat penyebaran Covid-19, sebetulnya kami telah menghadapi sejumlah masalah dengan munculnya lembaga pendidikan pra-sekolah yang dikelola oleh kelompok keagamaan dari kelompok Salafi. Kami menghadapi masalah karena mereka lebih mengutamakan hafalan. Banyak orang tua menganggap itu adalah metode pembelajaran yang baik. Padahal ibarat komputer hafalan hanya bisa menampung data tanpa kemampuan untuk memprosesnya jadi sikap, ahlak, atau budi pekerti.  Sementara bagi kami di lingkungan Aisyiyah hal yang diutamakan dalam pedidikan pra sekolah adalah menjadikan sekolah sebagai arena bermain dan belajar untuk membangun karakter.  Melalui ragam kegiatan anak diajak untuk membangun ahlak dan budi pekerti serta amalan-amalan anak  soleh.

Menghadapi “pesaing” seperti itu kami merasakan kebutuhan adanya ToT bagi guru-guru kami agar dapat mengembangkan metode pengajaran yang kreatif dengan tetap mengutamakan materi pelajaran  yang tepat bagi pendidikan tingkat kanak-kanak.

Situasi yang kami alami ini saya ceritakan kepada Ibu Lies Marcoes dari Rumah Kitab yang pada beberapa tahun sebelumnya mengadakan penelitian tentang “Pendisiplinan Pengajaran Agama di Sekolah PAUD”. Sebagai guru dan kepala sekolah yang cukup punya pengalaman  penelitian sewaktu di Semarang, saya kemudian diajak untuk menyumbangkan pemikiran dalam penyusunan Buku Pendidikan Karakter yang disusun oleh Yayasan Rumah Kitab, (2021). Dan ketika Rumah Kitab akan menyelenggarakan ToT saya menawarkan diri untuk menyelenggarakan mengingat kebutuhan yang mendesak dan ketersediaan sumber daya di sejumlah kecamatan di lingkungan kami.

Pada Oktober 2021 kami dihubungi oleh Rumah Kitab bahwa kami terpilih menjadi wilayah pelaksanaan ToT. Tentu saja kami sangat senang sekaligus antusias.

Sebetulnya kami juga sering mendapatkan pelatihan-pelatihan, namun pelatihan bagi Guru TK model  Rumah Kitab sebagaimana  disampaikan bu Lies via telepon
rasa-rasanya belum pernah ada. Kalaupun ada pelatihan itu lebih berbentuk ceramah dan biasanya kami yang harus bayar. Sementara tak semua guru-guru di lingkungan TK ABA memiliki dana untuk peningkatan kapasitas yang berbayar.

Atas tawaran itu saya meminta waktu karena saya harus lapor kepada Ketua Pengurus Cabang Aisyiyah Banjarsari, Ibu Hj. Sri Hasna Sriani, S.Pd dan kepada Pengawas TK. Hal lain adalah mengidentifikas guru-guru TK yang sudah senior untuk dipilih menjadi peserta sehingga mereka mampu menularkan pengetahuan dan pengalamannya di lingkungan sekolah mereka masing-masing.

Panitia dari Rumah Kitab meminta kami menyediakan 40-45 peserta dari TK ABA dan TK lain untuk dua grup peserta ToT.  Tentu saja kami juga tidak boleh hanya memilih guru-guru dari lingkungan Aisyyah.  Saya kemudian mengadakan gabungan  berbagai organisasi penyelenggara pendidikan TK untuk menyeleksi peserta. Kami mengundang  ketua-ketua IGTKI dari kecamatan lain serta menghubungi  ketua HIMPAUDI yang mengelola PAUD. Maka terkumpullah 40 peserta dari empat kecamatan yaitu Kecamatan Banjaranyar, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Lakbok,Kecamatan Purwadadiserta tambahan tiga peserta dari TK di lingkungan Kabupaten.

Acara disepakati tanggal 8 – 9 dan 10 – 11 November 2021 untuk dua kelompok yang kemudian digabungkan dengan mengambil waktu yang lebih panjang. Dan meskipun acara diselenggarakan di oleh internal Aisyiyah namun tentu saja  kami harus meminta izin dari Pengawas TK. Setelah izin diperoleh kami juga mengirimkan pemberitahuan sebagai laporan kegiatan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis terkait kegiatan Aisyiyah yang akan menyelenggaran TOT Pendidikan Karakter di Kecamatan Banjarsari.

Para peserta sangat antusias karena bagi mereka baru pertama kali mengikuti pelatihan yang benar-benar menerapkan metode pembelajaran yang mampu merangsang peserta untuk kreatif dan aktif. ToT ini sedemikian rupa dikelola dengan mengkombinasikan metode pembelajaran aktif, praktikum kelompok dan refleksi. Mereka diminta untuk menggunakan segala macam cara untuk menjelaskan isu-isu yang terkait dengan pendidikan karakter untuk membangun solidaritas, kasih sayang, kerjasama, cinta kepada sesama dan saling membantu.

Peserta juga didorong oleh para fasilitator yang berpengalaman Ibu Lies Marcoes, Ibu Regha dan Ibu Acintya untuk mengembangkan kreativitas seperti menggunakan puisi, gambar, cerita/dongeng dan lagu sebagai materi ajar yang dikembangkan untuk menjelaskan beragam tema pendidikan karakter. Untuk menjelaskan tentang  pentingnya komunikasi sampai anak paham yang disampaikan guru, dilakukan game “membaca berita di TV Channel Anak PAUD”. Dua fasilitator dari Rumah Kitab secara bergiliran menyampaikan berita namun  menggunakan bahasa Jepang dan Bahasa Inggris. Ketika dibedah para peserta dapat berefleksi bahwa dalam berkomunikasi dengan anak-anak guru bisa seperti penyiar yang bicara di layar TV.

Di hari terakhir para peserta yang telah di bagi kelompok  mempraktekkan metode evaluasi yang partispatif untuk mengevaluasi jalannya training. Hasilnya…. semua peserta menyatakan betapa ingin mereka mendapatkan  kesempatan untuk mengikuti ToT serupa dengan model training yang aktif, dinamis dan mampu merangsang kretaivitas mereka sebagai guru TK.

 

Banjarsari, 15 November 2021.

Reportase Sosialisasi Modul PAUD Bagi Guru-guru Wilayah Cianjur

Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) atas dukungan University of Oslo, Norway menyelenggarakan sosialisasi bagi guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) wilayah Cianjur.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara online selama dua hari, 8-9 Juli 2021 menggunakan platform Zoom Meeting. Menghadirkan 30 peserta yang berasal dari Cianjur. Metode daring ini digunakan untuk mengurangi penularan covid-19 yang sedang melonjak.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber ahli yang juga merupakan tim penulis buku modul, Regha Rugayah. Selain itu juga mengundang Acintya Tustacitta sebagai narasumber kegiatan sosialisasi ini. Faurul Fitri, Fadilla Putri, dan Jamaluddin Muhammad, selaku tim penulis buku modul juga menyampaikan materi pada kegiatan ini.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua hari dengan agenda hari pertama yaitu sosialisasi Bab 1 mengenai Prinsip-prinsip dalam Pendidikan Karakter dan Bab 2 mengenai Manajemen dan Pengorganisasian dalam Pendidikan Karakter, kemudian hari kedua membahas Bab 3 mengenai Metode Mengajarkan Pendidikan Karakter dan Bab 4 mengenai Alat Ukur Keberhasilan Pendidikan Karakter berbasis Partisipasi Anak.

Faurul Fitri sebagai narasumber pertama menyampaikan secara umum keseluruhan isi modul “Mendampingi Anak Didik Belajar dengan Gembira dan Berakhlakul Karimah Aktif” yang telah disusun oleh Yayasan Rumah Kita Bersama. Penyampaian isi keseluruhan ini menjadi gambaran singkat dan jembatan untuk penyampaian dua materi khusus yang ada pada Bab 1 yaitu materi mengenai toleransi dan cinta tanah air.

Fadilla Putri menyampaikan mengapa materi toleransi penting untuk diajarkan, hal ini dikarenakan ditemukannya beberapa kasus praktik-praktik intoleransi yang justru diajarkan di Sekolah misalnya di awal tahun 2020 lalu salah satu Sekolah Negeri yang semestinya muridnya beragam kemudian Pembina Pramukanya mengajarkan tepuk pramuka dengan kalimat “Islam Yes Kafir No”. Hal tersebut merupakan salah satu cara didik yang tidak bijak karena berpotensi mengajarkan kebencian.

Hal tersebut didukung oleh penyampaian Jamaluddin Muhammad. Ia menyampaikan bahwa cinta tanah air adalah materi yang saling berkaitan. Menumbuhkan perasaan cinta tanah air akan mengajarkan anak untuk mengenal, menghargai dan menghormati keberagaman karena kita hidup di sebuah negara yang multikultural. Negara yang memiliki banyak bahasa, etnis, agama, kebudayaan dan lain-lain artinya sebuah negara yang masyrakatanya plural juga multikultural sehingga penting dalam konteks menjaga nilai dan menanamkan nilai cinta tanah air ini mengenalkan dan menghargai keberagaman tersebut.

Pengajaran materi-materi khusus tersebut secara rinci dijabarkan oleh Regha Rugayah pada Bab 2 mengenai Manajemen dan Pengorganisasian dalam Pendidikan Karakter. Didalam Bab tersebut dijelaskan mengenai Sasaran Pengguna Pendidikan Karakter Anak Usia Dini dan hal-hal yang harus diperhatikan oleh pengguna Pendidikan Karakter.

Hari kedua sosialisasi dimulai dengan review oleh Achmat Hilmi kemudian dilanjutkan membahas Bab 3 Metode Mengajarkan Pendidikan Karakter oleh Regha Rugayah dan Bab 4 mengenai Alat Ukur Keberhasilan Pendidikan Karakter berbasis Partisipasi Anak oleh Acintya Tustacitta.

Kegiatan sosialisasi modul Pendidikan Karakter Mendampingi Anak Didik Belajar dengan Gembira dan Berakhlakul Karimah Aktif ditutup dengan kuis dan foto bersama.[]

Peluncuran Buku Modul “Mendampingi Anak Didik Belajar dengan Gembira dan Berakhlakul Karimah Aktif”

“Saya ucapkan selamat kepada Rumah KitaB dan Oslo Coalition atas terbitnya buku ini. Ini merupakan Buku Pengayaan yang penting bagi para guru TK/RA PAUD untuk megajarkan tentang prinsip pendidikan karakter. Meskipun isinya menyangkut tema yang berat namun penyajiannya sangat mudah dipahami, sehingga saya pun dapat menggunakannya untuk anak-anak di rumah”. Demikian Ibu Eny Retno Yaqut, Penasehat Dharma Wanita Pusat Kementerian Agama dalam sambutan peluncuran buku panduan guru TK/ RA/ PAUD ini.

Jumat 11 Juni 2021, bertempat di Aula Menteri Agama RI Lt 2 Kantor Kemenag Pusat, Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) bekerjasama dengan Kementerian Agama RI melalui dukungan Oslo Coalition, Universitas Oslo Norwegia meluncurkan buku modul pendidikan karakter “Mendampingi Anak Didik Belajar dengan Gembira dan Berakhlakul Karimah Aktif”. Acara ini dihadiri perwakilan guru-guru dari wilayah Cianjur dan Jakarta Utara serta wakil pengurus IMPAUDI Jakarta Utara. Selain Eny Retno Yaqut (Penasehat DWP Kemenag RI), Prof. H. M Ali Ramdhani (Direktur Jendral Pendidikan Islam Kemenag RI), Dr. Lena Larsen (Direktur Oslo Coalition, Universitas Oslo, Norwegia), dan Lies Marcoes, M.A (Direktur Eksekutif Rumah KitaB). Peluncuran buku modul ini diselenggarakan baik daring maupun luring. Kegiatan daring dengan mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat.

Sambil mengapreasiasi para penulis buku ini yaitu Fadilla D.P,  Regha Rugayah, dan Nunung Sulastri, Lies Marcoes pada pembukaannya menyampaikan bahwa buku modul ini merupakan kelanjutan dari usaha-usaha Rumah KitaB melalui riset-riset untuk peningkatan kapasitas guru dalam hal ini guru TK/PAUD/RA di wilayah pilot. Rumah KitaB sebelumnya telah meluncurkan buku Pendidikan Karakter untuk Para Pengasuh Pondok Pesantren disejumlah pondok pesantren. Menurut sambutannya Ibu Lies sangat berharap buku ini diadopsi oleh Dirjen Pendidikan Dasar Islam sebagai buku pegangan para guru utamanya untuk sekolah-sekolah yang belum terjangkau pelatihan bagi guru-gurunya.

Dr. Lena Larsen mewakili Oslo Coalition menyatakan apresiasi yang tinggi atas kerjasama dengan Rumah Kitab yang senanatiasa memuaskan. Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter merupakan long term investment yang dapat dilihat 10 atau 20 tahun yang akan datang. Ia juga berharap buku ini dapat dicetak lebih banyak oleh Kementerian mengingat investasi pada pendidikan karakter yang berbasis nilai- nilai ajaran agama sangatlah penting.

Hal senada disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, M. Ali Ramdhani. Ia  menyampaikan bahwa Kemenag ingin menghadirkan para alumni-alumni dari PAUD maupun RA, yang memiliki potret-potret anak yang ramah tidak marah, mereka yang mengajak bukan mengejek, menjauhkan perilaku bully dari kehidupannya. Mereka yang mengajar bukan menghajar, mereka yang membina tidak menghina sehingga setiap kata-kata yang dikeluarkan oleh anak-anak RA adalah mutiara-mutiara. Lebih lanjut ia menegaskan “Saya telah mengecek dengan sangat hati-hati isi buku ini, dan saya melihat perumusan-perumusan yang ditulis di dalam buku ini sudah mengarah ke arah itu dan diajarkan secara menyenangkan, termasuk bagaimana menukil lagu-lagu yang diksinya adalah diksi-diksi yang terpilih”.

Sementara itu, Ibu Eny Retno Yaqut menyampaikan bahwa Pendidikan agama Islam atau PAI di lembaga Pendidikan biasanya masih dilakukan dengan pendekatan yang dogmatis pasif, tema-temanya disajikan secara deduktif, parsial dan belum terintegrasi. Hadirnya buku ini sebagai buku pengayaan guru diharapkan dapat disesuaikan dan dikaitkan dengan tema-tema yang ada pada saat ini sehingga pokok bahasan PAI menjadi lebih aktual, up to date dan relevan untuk pembejalaran para guru daam membimbing anak didiknya di TK/ RK dan PAUD.

Acara peluncuran buku ini ditandai dengan penyerahan buku dari Rumah Kitab kepada Kemenetrian Agama yang disamapikan Ibu Lies Marcoes kepada Ibu Eny Retno Yaqut dan Prof. Ali Ramdhani. (FZ/LM)  []

Peluncuran Buku Modul Oleh Eny Retno Yaqut

Assalamu’alaikum..
Selamat pagi, teman2..

Sore kemarin simbok emban memenuhi undangan Ibu Lies Marcoes, MA -Direktur Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) dalam launching Buku Mendampingi Anak Didik Belajar dengan Gembira & Berakhlakul Karimah Aktif, bersama Dirjen Pendis Kemenag RI -Bpk. Prof. Dr. Ali Ramdhani & Mrs. Lena Larsen dari University of Oslo Norwey.

Buku yang dimaksudkan sebagai pengayaan bagi para pendidik di tingkat TK/RA/PAUD ini disusun berdasarkan riset mendalam mengingat masih banyaknya tenaga didik yang dirasa perlu bekal lebih untuk mendidik anak-anak kita agar menjadi anak-anak yang berakhlakul karimah dengan jiwa religiusitas yang tinggi yang juga punya semangat cinta tanah air, menghargai & mencintai sesama.

Buku ini membimbing kita bagaimana mengajak anak-anak mengenali & mencintai Tuhan tanpa diiringi dengan menabur kebencian & ketidaksukaan kepada mereka yang berbeda keyakinan; mengajarkan tentang toleransi yang -sayangnya- banyak disepelekan oleh sebagian sekolah di tingkat TK/RA/PAUD.

Bahasanya mudah dimengerti, and since there’s no manual handbook for being parents- buku ini bisa juga dikonsumsi para moms yang punya anak seusia TK/RA/PAUD.

Semoga membawa kebaikan..
Salam sayang dari simbok emban yang akhirnya bisa ketemu langsung dengan Bu Lies Marcoes yang kondhang pinternya itu🥰🥰
Have a nice weekend, teman2..🙏❤️

GALERI FOTO PELATIHAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TRADISI PESANTREN DI PESANTREN DARUS SUNNAH, CIPUTAT

Pelatihan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Darus Sunnah, Oktober 2017

Perngorganisasian para guru dan siswa ponpes Darus Sunnah dalam pendidikan karakter berbasis pesantren

GALERI FOTO WORKSHOP DAN PELATIHAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TRADISI PESANTREN DI PESANTREN CIPASUNG, TASIKMALAYA

Registrasi Peserta Guru Pelatihan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Cipasung

Pembukaan Acara oleh Perwakilan Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung

Ibu Nyai Hj. Ida Nurhalida Pengasuh Ponpes Cipasung, Kepala MAN Cipasung yang merupakan putri dari Kyai Ilyas Ruhiat menyampaikan pengantar keteladanan karakter kyai santun (kyai ilyas ruhiat)

Fasilitator Rumah KitaB memberikan materi tentang pendidikan karakter

Diskusi merupakan salah satu cara untuk mengajak peserta lebih aktif dalam pelatihan

Ice braking bagi peserta guru juga diperlukan agar peserta semakin relax

Diskusi kelompok dalam memahami nilai-nilai karakter bersbasis pesantren

Diskusi kelompok dalam memahami nilai-nilai karakter berbasis pesantren tim fasilitator RK tetap mendampingi

Presentasi hasil diskusi kelompok

Keaktifan peserta dalam pelatihan semakin antusias

Pelatihan pendidikan karakter hari kedua bersama para santri pondok pesantren cipasung

Para santri serius membaca buku pendidikan karakter

20. Perkenalan peserta santri dikemas lebih menyenangkan oleh tim fasilitator rumah kitab

Peserta santri aktif dalam diskusi ini merupakan cara kami menggali informasi dan pelatihan lebih hidup

Peserta santri aktif dalam diskusi ini merupakan cara kami menggali informasi dan pelatihan lebih hidup

Diskusi Kelompok untuk pendalaman dan pemahaman nilai

Peserta didorong untuk presentasi dalam bentuk role play

Setelah role play tim menjelaskan inti dari role play tersebut yang berisi nilai karakter yg telah didiskusikan

Peserta lain menanggapi dan atau memberikan masukkan terhadap presentasi kelompok lain sehingga peserta dapat berbagi dan pemahaman semakin beragam

Foto bersama dengan peserta santri