Sosialisasi Bersama antara PATBM dan Forum Anak Desa Songgom Berdaya untuk Perlindungan Anak dan Pencegahan Perkawinan Anak di wilayah Desa Songgom

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan dan pengesahan PATBM dan Forum Anak Desa Songgom, pengurus sepakat untuk menyelenggarakan sosialisasi bersama antara PATBM dan Forum Anak Desa Songgom Berdaya untuk Perlindungan Anak dan Pencegahan Perkawinan Anak di wilayah Desa Songgom. Atas dukungan Rumah KitaB dan AIPJ2, kegiatan diselenggarakan di Posyandu Cenderawasih pada 06 Januari 2022, pengurus PATBM memilih Posyandu menjadi wadah yang efektif untuk sosialisasi karena mereka memiliki anak usia sekolah dan remaja juga saat ini memiliki anak yang masih balita, sehingga informasi akan sangat bermanfaat. Peserta yang hadir sebanyak 50 orang Ibu yang memiliki balita, tidak hanya masyarakat RT 01 RW 08 Desa Songgom, tapi juga dihadiri oleh para pihak yaitu ketua PKK Desa Songgom, RT/RW dan para Ketua Kader dari seluruh kampung wilayah Desa Songgom. 

Pada kegiatan ini, PATBM dan Forum Anak melibatkan perwakilan puskesmas yang merupakan fasilitator penamping PATBM yang telah sama-sama mengikuti pelatihan Berdaya turut serta memberikan materi penting dalam sosialisasi. Tak hanya itu Ibu Ade Suryati, Kepala Desa Songgom pun selalu hadir dan memberikan sambutan dalam semua kegiatan pelaksanaan sosialisasi bersama ini, baginya mendampingi PATBM dan Forum Anak menjadi bagian penting yang tak terlewatkan untuk mendukung kerja-kerja PATBM dan Forum Anak.

Yuniar, Perwakilan Forum Anak bertugas sebagai MC dengan rangkaian acara sebagai berikut: 

Sambutan dan perkenalan PTBM Desa Songgom disampaikan oleh Ibu Imas Hasanah selaku ketua PATBM Desa songgom. Ia memperkenalkan kepada masyarakat setempat bahwa sekarang di desa songgom ada PATBM dan Forum Anak yang siap menjadi wadah untuk menaungi para anak-anak atau perempuan yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual dan mencegah terjadinya perkawinan anak-anak di desa songgom dan juga mengarahkan anak-anak agar lebih produktif bersama forum anak.

Sambutan Bapak Miftahudin sebagai ketua RW 08 menekankan kepada masyarakat setempat untuk sangat tertib mengikuti kegiatan ini, mengingat di kampung tersebut masih tinggi angka perkawinan anaknya, di harapkan nantinya agar masyarakat disana agar lebih hati-hati dalam mengambil keputusan ketika ingin menikahkan anaknya yang masih di bawah umur.

Sambutan Ade Suryati selaku Kepala Desa Songgom mengingatkan agar masyarakat setempat mempertimbangkan kembali ketika menikahkan anaknya, karena ketika masyarakat yang menikahkan anaknya di bawah umur otomatis masyarakat akan mencari alternatif lain dengan cara menikahkan siri, dan jika itu terjadi di kemudian hari ketika anak yang dilahirkan dari pernikahan sisi ingin sekolah, mereka tidak bisa mendaftarkan anaknya karena tidak mempunyai Kartu keluarga atau pun buku nikah. Meskipun sekarang ada surat dispensasi dari Pengadilan Agama, Ade Suryati menitipkan agar yang menikah muda jangan dulu mempunyai anak, di karenakan kasihan terhadap rahim perempuan yang masih belum siap di buahi. Namun lebih baik lagi jika tidak melakukan perkawinan anak yaitu dengan tetap melanjutkan pendidikan tinggi. 

Masuk sesi materi, yang pertama materi disampaikan oleh Bapak Ajij Rahmat selaku sekretaris PATBM. Dalam materinya Ajij Rahmat menyampaikan betapa pentingnya untuk mendidik anak-anak dengan sangat hati-hati, karena perkembangan zaman mendidik anak tidak bisa di samakan dengan zaman dahulu ketika anaknya berbuat kesalahan harus di pukul atau di cubit, karena jika sampai itu terjadi di zaman sekarang akan mempengaruhi mental anak-anaknya ketika mereka sudah dewasa. Ajij Rahmat menyampaikan agar masyarakat mendalami makna sakinah mawaddah warahmah, dengan menikahkan anak-anak yang masih di bawah umur sakinah mawaddah warahmah tidak akan tercapai, karena kesiapan mental dan juga anak-anak yang masih di bawah umur masih membutuhkan pendidikan sebelum menempuh kehidupan setelah menikah.

Memasuki materi kedua, narasumbernya adalah Ibu Cincin Nuryanti sebagai bidan koordinator dari Puskesmas Kec, Gekbrong. Bidan Cincin menyampaikan kesehatan anak sangat penting untuk diperhatikan sejak dini mulai dari dalam kandungan. Kesehatan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang mendapat gizi seimbang dan sehat akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas. Anak usia 1 – 3 tahun sangat rentan terhadap penyakit gizi. Cincin juga menyampaikan hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak terdiri dari segi pola asuh anak, lingkungan sekitar anak, dan pentingnya memperhatikan nutrisi dan gizi yang diberikan. Cincin juga menyampaikan tentang kesehatan reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecatatan, dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Dan juga menyampaikan cara menjaga alat reproduksi yang benar, seperti membasuh organ intim yang benar. Diakhir materinya ia menyampaikan bahwa anak yang masih dibawah usia 18 tahun secara kesehatan tidak baik jika harus dikawinkan. 

Peserta sangat antusias mendengarkan semua pihak yang bicara karena menyampaikan hal yang sangat relevan dan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kehadiran para tokoh seperti ketua RW, Kepala Desa, Pemateri dan lainnya semakin menguatkan penekanan pentingnya isu ini. Kegiatan diakhiri dengan tanya jawab dan penutupan. (NJ/MY)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.