Fikih Kepemimpinan Politik Perempuan

Buku berjudul “Fikih Kepemimpinan Politik Perempuan” (selanjutnya disingkat FKPP) ditulis oleh Jamaluddin Mohammad, Roland Gunawan, Achmat Hilmi, dan Nur Hayati Aida. Editor buku ini yaitu Usman Hamid dan Ken Miichi.

Buku ini menyajikan tinjauan historis dan teologis atas keterlibatan perempuan dalam politik. Buku ini memberi justifikasi atas pentingnya perempuan dalam politik dan bermaksud untuk meningkatkan partisipasi perempuan. Mungkin ada pembaca yang berkesan bahwa hal ini merupakan fenomena baru. Tetapi sebenarnya, apa yang diinginkan buku ini adalah sebaliknya, karena banyak fakta sejarah dan referensi teologis yang menunjukkan kepemimpinan politik dan sosial oleh perempuan. Sebaliknya, dalam beberapa hal, posisi perempuan saat ini dapat dianggap kemunduran dibandingkan dengan masa lalu.

Buku tersebut berisi empat bab; Bab Pertama, sejarah kepemimpinan politik dalam Islam. Bab ini menyajikan paparan bukti sejarah kepemimpinan perempuan dalam dunia Islam dari masa ke masa, di mulai dari masa kenabian (prophetik) hingga masa kontemporer (abad ke 15 hijriyah). Bab Kedua, kepemimpinan politik perempuan menurut Islam. Bab ini menyajikan argumentasi keagamaan terkait hukum kepemimpinan perempuan dalam Islam. Terbukti bahwa secara dalil tidak ada hambatan terkait kepemimpinan perempuan dalam bidang politik. Bab kedua ini menyajikan jawaban-jawaban teologis atas hambatan keagamaan yang muncul dalam masyarakat terkait kepemimpinan perempuan dalam politik. Bab Ketiga; politik keterwakilan perempuan di Indonesia. Bab ini memetakan peluang dan tantangan bagi kepemimpinan perempuan dalam konteks politik di Indonesia. Bab Keempat, partisipasi dan representasi perempuan dalam politik di Indonesia. Bab ini memberi contoh bagaimana perjuangan perempuan di Indonesia meraih kesetaraan dalam politik dan pengaruh positifnya bagi atmosfer kesetaraan gender di Indonesia.

________________________________

 

Buku ini menjelaskan dengan sederhana sejarah kepempimpinan perempuan di ranah politik. Dimulai dari cerita tentang kepemimpinan politik perempuan sepanjang sejarah Islam dan diakhiri dengan cerita tentang realitas kepemimpinan perempuan di ranah politik dalam Indonesia modern. Siapa pun yang membaca buku ini, akan dapat melihat betapa panjang sejarah perempuan di dunia dalam meraih kesetaraan. Untuk itulah, usaha-usaha untuk memajukan dan melindungi hak-hak kaum perempuan harus terus berlanjut pada masa-masa mendatang.

Usman Hamid – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia

 

Buku ini memberi justifikasi atas pentingnya perempuan dalam politik dan bermaksud untuk meningkatkan partisipasi perempuan. Mungkin ada pembaca yang berkesan bahwa hal ini merupakan fenomena baru. Tetapi sebenarnya, apa yang diinginkan buku ini adalah sebaliknya, karena banyak fakta sejarah dan referensi teologis yang menunjukkan kepemimpinan politik dan sosial oleh perempuan. Sebaliknya, dalam beberapa hal, posisi perempuan saat ini dapat dianggap kemunduran dibandingkan dengan masa lalu.

Ken Miichi – Professor, Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University

__________________________

 

FIKIH KEPEMIMPINAN POLITIK PEREMPUAN
[Sejarah, Hukum Islam, dan Tantangan Masa Depan Partisipasi Politik Perempuan]

Karya: Tim Kajian Rumah KitaB
Copyright@ 2024, Tim Kajian Rumah KitaB
(Jamaluddin Mohammad, Roland Gunawan, Achmat Hilmi, dan Nur Hayati Aida)

Editor: Usman Hamid dan Ken Miichi
Proofreader: Lian Kagura
Layout: Tim Media Rumah KitaB
Cetakan I: Mei 2024
Ukuran: A5
Jumlah Halaman: 150

Harga: Rp. 65.000,-

Diterbitkan oleh Rumah KitaB atas dukungan JSPS KAKENHI Grant Number 20K12470

 

YAYASAN RUMAH KITA BERSAMA INDONESIA
Kintamani Village C2, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640
Telp.: (+62-21) 7803440

Email: official@rumahkitab.com
Website: www.rumahkitab.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.