Catatan Gus Jamal: Gelar Haji

SEPENDEK pengetahuan saya, baru di era Gus Yaqut petugas haji dibuka untuk masyarakat umum. Sebelumnya, hanya diketahui lingkaran orang-orang dalam dan proses rekrutmennya tertutup, seperti kebanyakan proses lelang projek di kementerian.

Terobosan dan kebijakan ini membawa rejeki dan berkah tersendiri bagi banyak orang. Setiap musim haji Kemenag membuka ribuan kuota untuk petugas haji. Setidaknya, untuk tahun ini saja ada puluhan teman saya yang berhaji sambil berkhidmah menjadi petugas haji. Menjadi petugas haji adalah pilihan paling rasional di saat ongkos dan daftar tunggu haji yang tak masuk akal.

Bagi kebanyakan umat Muslim di Indonesia, ritual haji merupakan prestise tersendiri. Selain untuk menggenapi rukun Islam, sepulang ibadah ia akan medapat gelar (panggilan) yang akan dibawa sampai mati: haji.

Ritual haji bukan untuk orang miskin atau ekonomi pas-pasan. Ia harus punya “istitha’ah” (kemampuan) baik secara ekonomi maupun kesehatan (fisik/psikis). Syarat ini tampaknya tak banyak digubris masyarakat kita. Tak sedikit masyarakat di desa-desa yang memaksa berangkat haji meski harus menjual dan menghabiskan harta bendanya, dengan satu keyakinan harta itu akan dikembalikan Allah Swt. selepas haji. Apalagi didukung sebuah kayakinan dan ekspektasi bahwa di sana banyak “maqam mustajab”, tempat di mana segala doa akan dikabulkan Alllah Swt.. Allah Swt. akan menggantinya berlipat-lipat ganda.

Orang-orang berusia lanjut pun tak merasa khawatir dengan kondisi kesehatan mereka, bahkan tak sedikit yang malah berharap bisa meninggal di tanah suci dalam keadaan haji (mati syahid). 

Ritual haji merupakan impian bagi sebagian besar masyarakat kita—minimal sekali dalam seumur hidup. Rasanya butuh waktu lama untuk menyadarkan masyarakat bahwa haji bukan segala-galanya, sebagaimana telah disampaikan Ketum PBNU. Doktrin tentang ritual haji (Fikih Haji) sudah mengendap dan menjadi bagian keyakinan.

Selamat kepada para jamaah haji karena telah menyelesaikan seluruh manasik haji. Semoga menjadi haji mabrur dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat![]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.