Pos

GALERI FOTO PELATIHAN REMAJA UNTUK PENCEGAHAN KAWIN ANAK DI CIREBON

Foto Bersama peserta dan tamu undangan dari pemerintah lokal sebagai komitmen dalam pencegahan kawin anak di Cirebon

Games Perkenalan selalu menjadi hal paling seru saat pelatihan dengan remaja dan ini merupakan kunci utama untuk suasana menyenangkan di pelatihan hari berikutnya

Peserta semakin akrab setelah melakukan perkenalan dan semakin kondusif

Diskusi aktif peserta remaja dalam menentukan aktor yang mendorong terjadinya perkawinana anak

Model diskusi ini menjadikan peserta lebih aktif dan dapat mengeluarkan aspirasinya dengan luas

Proses presentasi dilakukan oleh tim

Antusiasme peserta remaja saat presentasi memudahkan pemahaman mereka terhadap materi yang didiskusikan

Selain presentasi dan materi diskusi peserta juga ditunut kreatif dalam menampilkan materi presentasinya dan ini membuat mereka dapat mengekspreikan ke kreatifitasannya

Diskusi kandungan surat lukman ayat 11 tentang proses reproduksi kelompok dibagi sesuai jenis kelamin

Diskusi kandungan surat lukman ayat 11 tentang proses reproduksi kelompok dibagi sesuai jenis kelamin

Group diskusi perempuan menempelkan hasil diskusinya ini merupakan proses diskusi aktif

Kegiatan di proses oleh Fasilitator RK untuk pendalaman materi

Peserta diajak atif bertanya agar pemahaman mereka semakin mendalam

Keseruan materi gender dan seksualitas dengan cara yang mudah dipahami oleh peserta

Antusiame peserta dalam diskusi gender dan seksualitas

Peserta diolah untuk mendiskusikan kembali makna gender dan seksualitas berdasarkan hasil proses diskusi bersama

Peserta aktif dalam diskusi

Permainan spider web untuk materi kerentanan anak perempuan agar peserta lebih mudah memahami

Pesrta selalu antusias dalam presentasi dan kreatifitas mereka semakin bertambah

Pesrta selalu antusias dalam presentasi dan kreatifitas mereka semakin bertambah dan selalu ada peserta baru yang berani bicara didepan

Proses review dengan menggunakan pohon masalah dan solusi untuk membantu menstrukturkan pemikiran peserta tentang solusi dan masalah kawin anak

Proses review dengan menggunakan pohon masalah dan solusi untuk membantu menstrukturkan pemikiran peserta tentang solusi dan masalah kawin anak

Games materi negosiasi sebagai pembuka pendalaman materi

Roleplay teknis komunikasi dan negosiasi dalam pencegahan perkawinan anak

Serunya peserta di cirebon selamat menjadi duta penegahan kawin anak di Cirebon

SEDEKAH SIRRI

Bertetangga adalah seni bergaul. Keindahan berbagai ketersalingan di setiap interaksi; saling menghormati, saling menyapa, saling menolong, saling menyapa, berbagi, tebar senyum, dan empati.

Syahdan, masyarakat Nusantara pra-Islam, menghidupkan tradisi di depan rumahnya terdapat pelataran yang terhampar, tanpa ada sekat penghalang pagar. Ini bertujuan untuk disediakan bagi para pejalan baik tetangga atau siapapun yang hendak melewatinya. Bahkan, di pelataran itu kadang dibangun bangunan setinggi setengah meter, panjang satu atau dua meter, dan lebar 30 cm yg berfungsi untuk duduk-duduk bersama tetangga atau tempat istirahat bagi pejalan kaki melepas lelah. Di Cirebon disebut “buk”.

Atau pun menyediakan kursi atau amben bambu untuk duduk di teras rumah, menyediakan kendi berisi air, dan bahkan sumur tanpa ditutup, yang dengan sendirinya pengguna mengerti bahwa pemiliknya ridha.

Tradisi tersebut, diabadikan atau dilestarikan ketikan Islam datang. Sebab, tradisi tersebut dalam pandangan Islam termasuk tradisi positif yang dianjurkan, lantaran termasuk sedekah sirri.

Sedekah siri sebentuk pemberian/sedekah yang antara pemberi dan penerima tidak melakukan serah-terima secara langsung melalui akad, tapi secara kultural penerima manfaat sudah mengetahui akan keridhaan sang pemilik yang barang miliknya dgn sengaja diberikan pada publik.

Dengan kata lain, sedekah dalam kerahasiaan/siri. Sedekah siri ini bertujuan untuk menjaga sterilitas sedekah dari sikap-sikap negatif yang dapat merusak orientasi dan ketulusan dalam hati, seperti sikap pamer/riya, berbangga diri/ujub, ngungkit, dan takabur. Sedekah adalah pemberian tanpa kepentingan, tanpa syarat, dan tanpa tendensi.

Para sesepuh desa bertutur, bahwa dulu dalam pembuatan jalan-jalan dan gang-gang desa diambil dari tanah warga yangg memiliki kesadaran kolektif sedekah siri. Dan itu ide bersama berdasarkan musyawarah warga. Sebab kebutuhan bersama/umum.

Di sarapan pagi, biasa dilakukan di teras depan rumah yang terbuka. Ada teh tubruk panas, gorengan serabi, ubi/singkong godok, gorengan, dan lain lain. Setip ada yang lewat ditawarin mampir dan sarapan. Ada interaksi dan komunikasi sosial yang tercipta dengan hangat. Kohesi sosial yang merekat kuat.

Nilai-nilai kenusantaraan ternyata senafas dengan doktrin Islam. Tanah nusantara adalah tanah subur bagi Islam. Di antara doktrin Islam yang senafas dengan kenusantaraan adalah anjuran menghormati tetangga dan tamu, yang sedari awal orang-orang nusantara sudah menghidupkan dalam tingkah-laku. [Mukti Ali Qusyairi]