Media

Media Coverage of Rumah Kitab Foundation

Rebuilding ties with Islamic leaders needed for FP revitalization

UNFPA and the National Population and Family Planning Board (BKKN) provided support to Rumah KitaB, a foundation for Islamic research, to conduct a study on FP in Islam. The findings will be used for the development of FP advocacy, based on Islamic values, with active involvement of Islamic leaders throughout Indonesia.

indonesia.unfpa.org

Peneliti Rumah Kitab Investigasi Kampung Halaman Pelaku Bom Sarinah

Peneliti dari Yayasan Rumah Kita Bersama, Jamaluddin Mohammad, menceritakan pada pertengahan Januari 2016 dia melakukan investigasi ke wilayah tempat para pelaku bom Sarinah, Jakarta.

Satu Harapan

Kecam Kekerasan Seksual!

Lies mengkritik budaya patriarkat turut berperan sebagai penyebab masih adanya kekerasan seksual yang dialami kaum wanita.

Femina

Rugikan Hak Anak, Pelaku Nikah Usia Dini Bisa Dipidanakan

Peneliti Rumah Kitab Dr Mukti Ali menyatakan keprihatinannya perihal fenomena nikah misyar (nikah kontrak) yang terjadi di kawasan wisata Puncak, Bogor dan sekitarnya.

Nahdlatul Ulama

Kemiskinan Struktural, Penyebab Utama Praktek Perkawinan Anak

Pemerintah harus melakukan upaya komprehensif untuk menangani praktek pernikahan anak.

VOA Indonesia

Lies Marcoes Natsir, M.A: Dewasa Itu Aqil Baligh, Bukan Hanya Baligh

Definisi baligh secara fiqh itu akan berbeda dengan definisi baligh dilihat dari ukuran-­ukuran sosial dan hukum positif, sebab batas baligh dalam hukum positif misalnya diatur dalam Undang-Uundang yang merupakan produk politik dan hukum.

Yayasan Kesehatan Perempuan

Buku Fiqih Kawin Anak

Kajian teks keagamaan tentang perkawinan anak dalam buku ini berangkat dari diskusi bulanan yang diselenggarakan Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) sebelum dilajutkan dengan melakukan penelitian sosial di 5 provinsi di Indonesia; Banten, Jawa Barat, Jawa Timur (khususnya Madura), NTB dan Sulawesi Selatan.

Rahima

Silent crime: Child marriage

A study released on Thursday by NGO Rumah Kitab reported findings from Banten, West Java, South Sulawesi, West Nusa Tenggara (NTB) and East Java — not only confirm earlier studies, including that poverty and parents’ fear of their girl becoming an “old maid” drive communities and families to marry off girls barely out of high school.

The Jakarta Post

Pernikahan Anak Dibiarkan: Tidak Ada Kemauan Politik untuk Mencegahnya

Hasil penelitian Rumah Kitab di sembilan daerah di Indonesia menunjukkan, satu dari lima perempuan Indonesia menikah di bawah umur. Sebanyak dua pertiga dari perkawinan anak tersebut akhirnya kandas di tengah jalan dengan tragedi perceraian.

Kompas

"Fikih Kawin Anak" Perspektif Baru Pernikahan Dini

Dunia kini sedang membutuhkan wacana baru tentang konsep pernikahan dini karena upaya rasional lain yang dilakukan kerap kali berbenturan dengan teks keagamaan yang seolah-olah membenarkan perkawinan anak.

Antara Lampung

Why do Indonesian women join radical groups?

Around the world, young women are disappearing, for a surprising reason. They are leaving their homes to join terrorist groups with religious ideologies.

Indonesia At Melbourne

Indonesia’s ‘Virginity Tests’ Obsession Highlights Its Truly Rotten Armed Forces

“The more the public thinks the nation’s morals are in disarray,” Lies says, “the stronger is the pressure on women to guard the symbol of purity, which is measured with the most ancient parameter that lies in the subconsciousness of patriarchal men: ‘virginity.’”

TIME

Public Schools in Indonesia Feel Islamic Pressure

When Lies Marcoes heard that her daughter’s high school, in Bogor, Indonesia, required all female Muslim students to wear a head veil once a week, she was furious.

New York Times

Peluncuran buku Menolak Tumbang atau A Journey Against Defeat: Narratives of Women’s Rejection of Poverty

Peluncuran buku ini juga dihadiri oleh Direktur Pekka, Nani Zulminarni, dan fotografer Armin Hari sebagai narasumber.

Australian Human Rights Commission

Rumah KitaB Launching Siapa Bilang KB Haram?

Peluncuran buku Siapa Bilang KB Haram? berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Rumah KitaB, dihadiri oleh Kartono Mohammad, Zumrotin K. Susilo, Lies Marcoes-Natsir, dan Abdul Moqsith Ghazali sebagai narasumber.

Satu Harapan