Panduan: Memenuhi Argumentasi Keagamaan dalam Perlindungan dari Perkawinan Usia Anak

Panduan: Upaya Memenuhi Kebutuhan Argumentasi Keagamaan dalam Perlindungan Hak Anak Perempuan dari Perkawinan Usia Anak-Anak

Penulis
Jamaluddin Mohammad
Achmat Hilmi
Mukti Ali
Roland Gunawan
Badriyah Fayumi
Lies Marcoes

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Tahun
2016

Jumlah halaman
63 halaman

Buku ini dimaksudkan sebagai panduan untuk membantu para pihak diperhadapkan dengan tantangan argumentasi keagamaan yang seolah-olah mendukung praktik perkawinan anak. Dengan kata lain, buku ini seperti policy brief (kertas kebijakan) untuk advokasi. Namun berbeda dari umumnya, sebuah kertas kebijakan yang mengeluarkan rekomendasi berbasis riset sosial, pada lembaran ini disajikan argumentasi keagamaan yang juga berbasis riset untuk digunakan para pengambil kebijakan dalam menolak praktik kawin anak. Sumber policy brief ini adalah hasil studi intensif Rumah KitaB yang didokumentasikan dalam buku Fikih Kawin Anak (2015).

Buku ini menyajikan sejumlah argumen teks keagamaan guna membantu para pengambil kebijakan dan para pihak yang peduli ada isu perkawinan usia anak. Tanpa bermaksud meletakkan argumen ini setara dengan hukum negara, policy brief ini diposisikan sebagai asupan gizi argumen, di samping argumen konstitusi dan Hak Azasi Manusia, guna mencegah dan membatasi
praktik perkawinan anak.

Yatim Piatu Sosial di Negeri Seribu Mesjid

Judul
Yatim Piatu Sosial di Negeri Seribu Mesjid

Penulis
Lies Marcoes
Fadilla Dwianti Putri

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Tahun
2016

Jumlah halaman
69 halaman

Referensi soal perkawinan anak di Lombok selalu menunjuk pada persoalan kemiskinan. Selain itu perkawinan anak senantiasa dihubungkan dengan tradisi merariq atau selarian. Sejumlah peneliti melihat tradisi itu sebagai pokok masalah. Penelitian ini menelurusi ulang faktor-faktor yang patut diduga berpengaruh pada (masih) kuatnya praktik perkawinan anak di wilayah ini.

Dengan menggunakan empat matra penelitian yang meliputi amatan atas perubahan ruang hidup, perubahan relasi gender, peran kelembagaan dan tafsir keagamaan, penelitian ini hendak memperdalam galian penyebab praktik perkawinan usia anak-anak ini serta dampak yang ditimbulkannya. Ini penting mengingat penelitian sejenis telah banyak dilakukan namun seolah menemui jalan buntu dalam memetakan penyebab yang lebih mendasar serta jalan keluar yang ditawarkannya.

Pengantar Monografi 9 Kajian Perkawinan Usia Anak di 5 Provinsi di Indonesia

Judul
Pengantar Monografi 9 Kajian Perkawinan Usia Anak di 5 Provinsi di Indonesia

Penulis
Lies Marcoes
Nurhady Sirimorok

Editor
Lies Marcoes

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Tahun
2016

Jumlah halaman
65 halaman

Monografi ini mengantarkan bagaimana kerangka berpikir dan kerangka kerja penelitian di sembilan wilayah penelitian dioperasionalkan. Tentu saja sesuai dengan kemahiran dan ketekunan para peneliti masing-masing, hasil penelitian dari sembilan daerah yang didokumentasikan para peneliti dalam serial monografi yang diterbitkan secara terpisah akan diperoleh penggambaran yang lebih utuh dan mendalam.

Secara garis besar, penelitian yang dapat Anda dalami dari monografi itu sampai pada kesimpulan bahwa praktik perkawinan anak merupakan sebuah tragedi kemanusiaan namun berlangsung sunyi. Terjadi sebagai implikasi yang sangat masif dari proses pemiskinan struktural yang berakar pada perubahan-perubahan ruang hidup, sumber kehidupan akibat krisis ekologi dan agraria di lingkup pedesaan.

Demi Menjaga Kesucian

Judul
Demi Menjaga Kesucian

Penulis
Roland Gunawan

Editor
Lies Marcoes

Tahun
2016

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Jumlah halaman
115 halaman

Praktik kawin anak memang masih banyak dijumpai di masyarakat Sumenep. Remaja atau bahkan anak-anak sudah menikah, sementara usianya masih jauh di bawah batasan minimal perkawinan sebagaimana diatur dalam UU No. 1 tahun 1974.Di tataran permukaan, alasan yang mengemuka adalah karena anak sudah suka sama suka, orang tua tinggal merestui, aparat tak punya pilihan selain melaksanakan niat dan hasrat baik itu.

Dilihat dari situasi itu seolah-olah agency perkawinan anak ada pada anak itu sendiri. Penelitian ini menemukan sejumlah persoalan mengapa anak perempuan hanya melihat perkawinan sebagai pilihan.

Anak Perempuan dalam Ruang yang Terampas

Judul
Anak Perempuan dalam Ruang yang Terampas

Penulis
Nurhady Sirimorok

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Tahun
2016

Jumlah halaman
69 halaman

Kota Makassar menyaksikan penyempitan ruang material dan perluasan ruang virtual. Di Pasar Pannampu, Pasar Terong, dan Kampung Penggusuran, penduduk tinggal berjejalan di rumah-rumah kecil yang menyempitkan ruang bermain anak-anak, di dalam maupun luar rumah. Kondisi penghidupan di desa yang kian sulit, terutama karena sektor pertanian tanaman pangan yang semakin tidak menjanjikan, membuat penduduk desa terus berdatangan ke kota. Mereka berdesak-desakan di kawasan padat penduduk, termasuk kawasan pasar dan kampung-kampung yang senantiasa mengalami penggusuran.

Salah satu dampak dari situasi penyempitan ruang ini adalah timbulnya keinginan anak-anak untuk mencari ruang yang lebih lapang di luar lingkungan fisik mereka yang sumpek, baik di ruang nyata maupun dunia maya. Di titik inilah pertarungan ruang kekuasaan (power space) terjadi. Anak-anak itu berusaha menciptakan ruang kuasa sendiri (claimed space), untuk mengekspresikan diri menurut kecenderungan alamiah mereka sebagai anak-anak. Tetapi ini segera membentur dinding ruang kuasa lain yang lebih tertutup (closed space), ruang kuasa milik orang dewasa.

Pada anak perempuan, upaya mengklaim ruang yang lebih lapang ini berpengaruh kepada kehidupan mereka. Sebab, orang tua dan pranata masyarakat lainnya pada dasarnya tak memiliki permakluman kepada anak perempuan untuk mencari ruang yang lain kecuali melalui perkawinan. Ruang kuasa itu begitu tertutup bagi mereka. Dengan begitu, reaksi anak-anak perempuan yang ingin menciptakan ruang sendiri memancing reaksi orang dewasa untuk mendesak mereka segera terlibat dalam perkawinkan di usia belia.

Cita-Citaku Mangrak Karena Beranak

Judul
Cita-Citaku Mangrak Karena Beranak

Penulis
Anis Fahrotul Fuadah

Editor
Lies Marcoes

Tahun
2016

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Jumlah halaman
68 halaman

Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik kawin anak di Kabupaten Lamongan masih banyak terjadi terutama di daerah pedesaan yang secara akses informasi dan kesehatan sangat jauh dan kurang memadai. Bukan hanya disebabkan oleh KTD, Kurangnya akses informasi terkait kespro dan kemiskinan, diindikasikan faktor agama juga masih didapati di daerah-daerah basis Islam fundamental yang selama ini disoroti sebagai basis teroris (Amrozi Cs).

Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas menjadi sebuah keharusan tidak hanya bagi remaja, namun juga orang tua dan pejabat pemerintah. Memaksimalkan forum-forum yang konsen terhadap isu kesehatan reproduksi terutama forum remaja dan anak menjadi pilihan yang tepat.

3 Dasar Penolakan KB di Kalangan Fundamentalis

Judul

3 Dasar Penolakan KB di Kalangan Fundamentalis

Jenis publikasi
Buku

Penyusun
Lies Marcoes dan Lanny Octavia

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Tahun
2013

Jumlah halaman
x + 68 halaman

 

Buku ini merupakan satu kesatuan dengan dua buku yang lainnya tentang KB. Ketika digulirkan, program KB langsung mendapat tantangan dan penolakan kelompok Islam fundamentalis. Mereka sudah menaruh pra anggapan, kecurigaan, bahkan tuduhan bahwa KB bertujuan untuk merusak umat Islam.

Buku ringkasan hasil penelitian Yayasan Rumah Kitab ini menyajikan tiga dasar penolakan kalangan fundamentalis. Ketiganya dipetakan dalam: 1) alasan teologis. 2) alasan politis keagamaan. 3) Alasan politik dan moral sosial keagamaan. Yang pertama berkaitan dengan dalil-dalil agama yang digunakan sebagai dasar penolakan mereka terhdap KB. Kedua berupa asumsi dan kecurigaan mereka bahwa KB hanyalah upaya Barat (Eropa-Amerika) untuk melemahkan umat Islam. Dan ketiga menyajikan alasan mereka bahwa KB justeru akan membuka lebar pintu seks bebas dan program KB hanya dijadikan alasan pemerintah untuk lari dari tanggung jawabnya mensejahterakan rakyat.

Buku dalam versi ringkasan hasil penelitian lapangan selama Mei-Agustus 2012 di Jakarta, Bogor, Cirebon, Jogja, Solo, dan Malang ini sangat ringkas, padat, juga dipenuhi data-data penting.

 

Untuk pemesanan buku hubungi:
Email: official@rumahkitab.com
Facebook/Twitter: Rumah Kitab/@rumah_kitaB