Entries by rumahkitab

Majmû’ah al-Rasâ`il, Hasan Al-Banna dan Gerakan Jihad Kontemporer

Oleh: Badrus Sholeh, Ph.D[1] ARTIKEL ini akan membahas konteks politik Hasan al-Banna menulis serial risalah yang kemudian dibukukan menjadi Majmu’ah al-Rasâ`il, serta bagaimana dampaknya atas gerakan jihad dan politik Islam saat ini. Jihadis kontemporer menjadikan Hasan al-Banna sebagai rujukan dan figur tokoh mujahidin yang sejalan dengan cita-cita jihad antara lain: (1). Terbentuknya komunitas yang tunduk […]

Mengapa Indonesia, Negara Demokrasi Muslim Terbesar di Dunia, Harus Menerima Warga LGBT?

Oleh: Yenni Kwok DALAM kunjungannya ke luar negeri, Presiden Joko Widodo memiliki satu topik favorit yang ia sering diskusikan dengan sesama pemimpin lainnya: Islam and demokrasi di Indonesia. Indonesia “adalah negara di mana Islam dan demokrasi bisa berjalan seiring,” dia berpidato di depan Parlemen Inggris di bulan April. Dalam kunjungannya ke Gedung Putih bulan Oktober […]

Panduan: Memenuhi Argumentasi Keagamaan dalam Perlindungan dari Perkawinan Usia Anak

Panduan: Upaya Memenuhi Kebutuhan Argumentasi Keagamaan dalam Perlindungan Hak Anak Perempuan dari Perkawinan Usia Anak-Anak Penulis Jamaluddin Mohammad Achmat Hilmi Mukti Ali Roland Gunawan Badriyah Fayumi Lies Marcoes Penerbit Yayasan Rumah Kita Bersama Tahun 2016 Jumlah halaman 63 halaman Buku ini dimaksudkan sebagai panduan untuk membantu para pihak diperhadapkan dengan tantangan argumentasi keagamaan yang seolah-olah […]

Menemukan, Mencatat, Melayani: Kelahiran dan Kematian di Indonesia

Pada hari kamis, 28 Juli 2016, saya mewakili Rumah Kita Bersama memenuhi undangan dari Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia (PUSKAPA UI) dalam acara Seminar “Menemukan, Mencatat, Melayani: Kelahiran dan Kematian di Indonesia; Diseminasi Studi dan Rencana Pelembagaan Identitas Hukum dan Sistem Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (CVRS), kerjasama Puskapa UI dengan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat […]

Benarkah Muslim itu Harus Keras terhadap Orang Kafir?

Tafsir surat al-Fath: 29 Oleh Nadirsyah Hosen *) Surat al-Fath berjumlah 29 ayat yang semuanya turun dalam konteks perjanjian Hudaibiyah. Oleh karena itu, memahami ayat terakhir dalam surat ini juga tidak bisa sepotong-sepotong, karena kita harus memahami keseluruhan konteks ayat-ayat sebelumnya, plus pemahaman utuh tentang perjanjian hudaibiyah. Inilah yang dilakukan oleh Imam al-Alusi, pengarang Tafsir […]

Yatim Piatu Sosial di Negeri Seribu Mesjid

Judul Yatim Piatu Sosial di Negeri Seribu Mesjid Penulis Lies Marcoes Fadilla Dwianti Putri Penerbit Yayasan Rumah Kita Bersama Tahun 2016 Jumlah halaman 69 halaman Referensi soal perkawinan anak di Lombok selalu menunjuk pada persoalan kemiskinan. Selain itu perkawinan anak senantiasa dihubungkan dengan tradisi merariq atau selarian. Sejumlah peneliti melihat tradisi itu sebagai pokok masalah. Penelitian ini menelurusi […]

Fenomena Terorisme di Indonesia: Antara Gerakan Teologi-Politik dan Religious Extremist

Oleh: Ibi Syatibi _________________ A. Prakata SALAH satu kajian yang amat menarik memasuki abad ke-21 adalah bagaimana menjelaskan aksi radikalisme dan terorisme di Indonesia. Tuduhan terorisme yang dialamatkan kepada Islam, bagi sebagian kalangan sesungguhnya muncul sebagai akibat dari perilaku sebagian umat Muslim. Di samping itu, kesalahpamahan umat Muslim sendiri yang cenderung literalistik dalam memahami teks-teks […]

Mendengar Suara Perempuan

Tulisan oleh KH Husein Muhammad, dipublikasikan di Resiprositi. Advokasi untuk menciptakan konstruksi sosial yang setara dan berkeadilan disarankan  melalui cara mendengarkan dan merespon suara-suara yang terpinggirkan, yang diabaikan dan yang tidak dihargai. “Suara-suara” adalah ekspresi-ekspresi, baik yang diaktualkan dalam aksi-aksi kongkrit maupun diverbalkan dalam bentuk mempertanyakan, mengkritisi atau menggugat. Dalam konteks kebudayaan patriarkhis, suara-suara perempuan […]

Kedewasaan Menurut al-Qur`an

Kedewasaan Menurut al-Qur`an Oleh. Mukti Ali Qusyairi KEDEWASAAN masih belum tuntas diperbincangkan oleh para ulama maupun oleh pemerintah Indonesia. Di kalangan ulama klasik dan kontemporer terjadi perbedaan pendapat soal batasan kedewasan seseorang. Pemerintah Indonesia pun ternyata mempunyai beberapa undang-undang mengenai batasan kedewasaan yang berbeda-beda, misalnya di dalam UU Perkawinan 1974 terdapat ketentuan 16 tahun bagi perempuan […]