Entries by rumahkitab

Berjihad Melawan Diri Sendiri

Oleh Jamaluddin Mohammad   Idul Fitri dan Idul Adha merupakan “peristiwa besar” yang dirayakan umat Islam se-dunia. Keduanya dilaksanakan setelah menjalankan rukun Islam ke tiga dan rukun islam ke empat.   Secara bahasa “Idul Fitri” artinya “kembali berbuka” setelah satu bulan penuh berpuasa. Juga bisa bermakna tunas kurma yang baru tumbuh (al-fitru habbatul inab awwala […]

Merebut Tafsir: Bukan Nabi yang Kami Kenal

Oleh Lies Marcoes Saya harus menunda komentar beberapa waktu atas khutbah Ied Fitri pagi ini, saya buang kejengkelan sambil bebersih dapur. Bagian pertama ia membandingkan berbagai hari raya agama-agama dan perayaan Ied Fitri yang paling benar. Dengan logat yang, maaf, semua khuruf a dibaca ‘ain sehingga semuanya berbunyi sengau ia menjelaskan soal pentingnya mencari teman […]

Melawan Hegemoni Ideologis

Oleh: TGM. Achmat Hilmi, Lc., MA.   TIDAK biasanya, pengajian ibu-ibu di Masjid Baiturrahman Istana Cipanas – Jawa Barat disesaki ratusan jama’ah, rupanya tema yang dibahas hari itu adalah isu hangat yang terjadi di Cianjur, “Perkawinan Anak dalam Islam dan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dalam Perspektif Hukum Islam.” Pengajian ini dibimbing langsung oleh […]

Merebut Tafsir: Idul Fitri dan Para Lansia

Oleh Lies Marcoes Orang tua dan seluruh ingatan tentang masa kecil di kampung menjadi pengikat untuk pulang ke kampung. Itulah agaknya motivasi paling kuat untuk mudik Lebaran. Orang tua, tak mesti hanya bapak dan ibu tetapi juga kaum lansia yang tetap menetap di kampung manakala rumah atau aset lainnya masih ada: bisa eyang, bude/pakde, atau […]

Merebut Tafsir: Sekarat Kurang

Oleh Lies Marcoes Sekarat kurang adalah istilah yang saya dengar dari Ibu menggambarkan orang yang rakus utamanya terhadap makanan. Biasanya ditujukan kepada orang yang tak bisa mengukur kesanggupan diri dalam mengkonsumsi makanan dan karenanya terus mengumpulkannya padahal sudah kekenyangan sampai mau sekarat. Ibuku sering mengatakan kita harus mengambil makanan secukupnya tak boleh berlebihan. Karenanya ia […]

Merebut Tafsir: Kuliner, Kebangsaan, dan Keberagamaan

Oleh Lies Marcoes Sejarah sebuah bangsa dapat dikenali dari kulinernya. Kuliner masakan Indonesia menandai ragamnya warga dunia yang masuk ke negeri ini: Melayu, Cina, Arab, India, Eropa bahkan belakangan makanan yang berasal dari Jepang, Korea, Turki atau Asia Tengah lainnya. Hal yang sangat mengagumkan, masakan yang tersaji di rumah-rumah bangsa ini telah berubah menjadi kuliner […]

Merebut Tafsir: Membaca Puasa

Oleh Lies Marcoes Saya tidak tahu darimana pandangan ini muncul. Konon, dibandingkan ibadah lain, ibadah puasa adalah satu-satunya ibadah yang menuntut kejujuran pribadi dan hanya untuk pribadi. Tuhan menyebutkan itu adalah ibadah bagi Tuhan semata. Jika dalam ibadah lain, shalat haji apalagi zakat, unsur “pamer” bisa terselip di dalamnya; Ibadah dilakukan karena bisa dipamerkan, tapi […]

PUASA DI TENGAH KESIBUKAN BEKERJA

Oleh Darsono [Pengusaha – Pendiri Universitas Pamulang (UNPAM), Tangeran Selatan]   “Dalam hal puasa, sejak kecil saya sudah diajarkan. Di usia kira-kira 5 tahun saya sudah mulai melaksanakan puasa. Kehidupan keluarga yang serba susah membuat orangtua benar-benar menanamkan itu. Bukan hanya puasa Ramadhan, tetapi juga puasa Senin-Kamis. Puasa menjadi kesempatan bagi keluarga untuk lebih ‘irit […]

Merebut Tafsir: Kalah Menang

Oleh Lies Marcoes Ada yang mengatakan anak-anak harus diajari untuk menerima kekalahan. Setuju. Sangat setuju. Sebetulnya secara budaya tak kurang-kurang ajaran untuk menerima kekalahan. Bangsa ini sudah kenyang pengalaman dalam menerima kekalahan. Ini saya kira tumbuh melekat dalam tiap kebudayaan dan berlangsung mengurat mengakar jauh sebelum masa kolonial. Dalam berbagai bahasa kita dikenalkan kepada konsep […]

WINNETOU DAN OLD SHATTERHAND DI KAMPUNG KAUMAN

Oleh Prof. Dr. Zubairi Djoerban, MA. [Profesor Ahli Penyakit Dalam]   “Puasa bagi saya adalah masa untuk “pulang” kepada kehangatan keluarga dan kemeriahan masjid, dengan kedua orangtua, terutama ibu, sebagai subyek utama. Puasa tak akan mungkin sama tanpa kehadiran sosok beliau berdua. Dan saya kira mereka yang pernah berpredikat anak pasti akan menyetujuinya. Ibulah yang […]