Kitab Tafsîr Bismillâh-i al-Rahmân al-Rahîm

Tafsir Bismillah al-Rahman al-RahimAhmad Yasin bin Asymuni al-Jaruni, Tafsîr Bismillâh-i al-Rahmân al-Rahîm, 65 halaman, diterbitkan dan dimaknai versi pesantren oleh al-Ma’had al-Islami as-Salafi Hidayatuth Thullab Pondok Pesantren Petuk, Kec. Semen, Kab. Kediri, tanpa tahun terbit; didapatkan dari Pondok Pesantren Petuk.

Kitab ini membicarakan tafsir Basmalah. Begitu pentingnya Basmalah, karena sebagian ulama berpendapat bahwa semua kitab suci Samawi terdahulu yang diturunkan oleh Allah kepada utusan-utusan-Nya (Taurat, Zabur, dan Injil) telah diringkas dan terekam dalam al-Qur`an. Tentunya yang terekam adalah nilai-nilai kebaikan universal dan nilai-nilai monoteisme (tauhid) menegaskan eksistensi dan keesaan Allah—meski pada aspek syariat dalam merepresentasikan ibadah dan penghambaan manusia kepada Allah berbeda-beda cara dan polanya tapi satu tujuan yaitu menyembah dan beribadah kepada Allah.

Sedangkan al-Qur`an teringkas dalam surat al-Fâtihah. Surat al-Fâtihah diringkas dalam Basmalah. Dan Basmalah teringkas dalam satu titik dalam huruf Basebuah huruf yang ada di dalam awal Basmalah. Begitu signifikannya Basmalah, sehingga segenap aktivitas keseharian pun dianjurkan didahului dengan membaca Basmalah. Penulis tidak sebatas menafsiri Basmalah an sich, tapi juga membicarakan segenap persoalan yang ada korelasinya dengan Basmalah, beragam cara baca Basmalah, dan mengungkapkan keistimewaan-keistimewaan yang terkandung di dalam Basmalah. [Mukti Ali el-Qum]