Kitab Tafsîr al­-Fâtihah

Ahmad Yasin bin Asymuni al­Jaruni, Tafsîr al-­Fâtihah, 81 halaman, diterbitkan dan dimaknai versi pesantren oleh al-­Ma’had al-­Islami as­-Salafi Hidayatuth Thullab Pondok Pesantren Petuk, Kec. Semen, Kab. Kediri, tanpa tahun terbit; didapatkan dari Pondok Pesantren Petuk.

Kitab ini menjelaskan tafsir, hikmah, manfaat dan bilangan ayat­ayat di dalam surat al-­Fatihah. Menurut penulis, ayat-ayat yang terdapat dalam surat al­-Fatihah mengandung banyak faidah: (1). Al-hamdulillâh mengandung 17 faidah; (2). Rabb al-‘âlamîn mengandung 6 faidah; (3). Al-­Rahmân al-­Rahîm mengandung 6 faidah; (4). Mâliki yawm al-dîn mengandung 4 faidah; (5). Iyyaka na’budu wa iyyâka nasta’în mengandung 7 faidah; (6). Ihdinâ al­-shirâth al-mustaqîm mengandung 3 faidah; (7). Shirâth al­-ladzîna an’amta ‘alayhim mengandung 3 faidah; (8). Ghayr al-maghdhûbi ‘alayhim wa lâ al-dhâllîn mengandung 10 faidah.

Secara umum, penulis membagi kitab ke dalam tiga bagian. Pertama, menjelaskan penalaran dan rasionalitas dalam menguak tafsir al­-Fatihah. Kedua, menjelaskan tentang pintu­pintu di dalam diri manusia yang bisa dimasuki setan. Sekurang­kurangnya ada tiga pintu yang dapat dimasuki setan dalam menggoda manusia: (1). Nafsu birahi, yaitu nafsu seksualitas dalam diri manusia yang mendorong untuk disalurkan kepada lain jenis yang bukan suami­istri sendiri, yang diistilahkan dengan perzinahan. Dan setan medorong terus agar manusia melakukan perzinahan itu. Nafsu birahi sejatinya tidak boleh dibunuh dan dihilangkan, tapi harus disalurkan kepada suami­istri sendiri yang sesuai dengan doktrin Islam; (2). Ghadhab (nafsu amarah). Kontrol diri sangat dibutuhkan bagi manusia. Sebab jika tidak bisa mengontrol, maka ia akan dikontrol oleh nafsu amarahnya sendiri dan akan mendulang keburukan bagi diri sendiri atau juga bagi orang lain; (3). Hawa (nafsu angkara murka). Ketiga pintu setan inilah yang harus selalu waspada ditutup agar tidak memberi kesempatan setan menggoda.

Ketiga, penulis mempertegas bahwa al­-Fatihah adalah sebuah surat yang di dalamnya terkumpul seluruh kebutuhan manusia dalam memahami awal penciptaan, proses kesadaran, dan tempat peristirahatan terakhir yang abadi bagi manusia. [Mukti Ali el­-Qum]