Bahtsul Masa’il Kespro dan Seksualitas

YAYASAN Rumah Kita Bersama (RK) bekerjasama dengan Fahmina Institut dan Madrasah al-Hikamus Salafiyah (MHS), pada hari Sabtu, 10/12/2011, pukul. 09.00-16.30 WIB, di pesantren As-Salafie Babakan Ciwaringin Cirebon, telah sukses menyelenggarakan acara Bahtsul Masail dengan tema “Kesehatan Reproduksi Perspektif Islam”. Di antara yang berhasil dirumuskan jawabannya secara komprehensif adalah persoalan pernikahan perempuan dengan calon suami pilihan orang tuanya, yang diistilahkan dengan ijbar, menggunakan obat yang dapat mengatur haid/menstruasi perempuan, dan menjatuhkan thalak/cerai dengan menggunakan surat.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan atau delegasi Rumah Kita bersama, yaitu Abdul Muiz Syaerozi, Mukti Ali, Roland Gunawan, Kamil Bahtimi, Darsono, Kyai Asnawi Ridlwan dan Hasan; delegasi dari Fahmina, yaitu KH. Husein Muhammad, Marzuki Wahid, dan yang lainnya; Ustadz Imam Nakho’i, delegasi dari Ma’had ‘Ali Situbondo; Ibu Nyai Hj. Hamidah dari Pesantren Babakan sendiri, KH. Umar dan beberapa ustadz lain dari Pesantren Gedongan, Kyai Musthafa dari Pesantren Indramayu, Ustadz Masykur dan segenap alumnus pesantren Babakan Ciwaringin. Sebagai tim perumus adalah KH. Mufid Dahlan, pengasuh pesantren As-Salafie dan MHS. Pada sesi pertama dipandu oleh Abdul Muiz Syaerozie dan sesi kedua dipandu oleh Mukti Ali, keduanya adalah delegasi Rumah KitaB.

Bahtsul Masail kali ini cukup menarik, hidup dan masing-masing peserta menggunakan ‘ibarat (keterangan) Kitab Kuning (KK) dan argumentasi yang cukup kuat. Delegasi Rumah Kitab mendemonstrasikan jawaban lengkap dengan ‘ibarat dan argumentasinya yang sudah dirumuskan pada acara Pra-Bahtsul Masail yang diadakan di Sekretariat Rumah Kitab sendiri. Tidak sekedar ‘ibarat yang diambil dari kitab-kitab yang bermadzhab as-Syafi’iyah yg dilontarkan, tapi juga lintas-madzhab. Yang paling menggairahkan lagi adalah munculnya perdebatan yang berlandaskan pada ushul fikih, maqashid al-syari’ah, qaidah fiqh dan mashalih al-‘ammah (kemaslahatan umum), dalam hal ini yang diangkat adalah mashalih al-mar’ah (kemaslahatan perempuan). Bahtsul Masail qawliy (ucapan) dan manhajiy (metodis) sudah bukan dua entitas yang terdipisahkan, akan tetapi keduanya sudah inhern bagi para aktivis Rumah Kitab. [Mukti Ali el-Qum]