Diskusi Bersama Dr. Farish Noor

JUM’AT, 17 Februari 2012, Rumah KitaB mengundang Dr. Farish Noor, seorang sarjana asal Malaysia yang saat ini sedang menjabat sebagai dosen di Universitas Teknologi Singapura, dan pernah menjadi dosen di Universitas Numbold di Berlin Jerman, dalam sebuah diskusi bertajuk “Metode Penelitian tentang Jama’ah Tabligh”.

Pada kesempatan itu Dr. Farish Noor banyak berbicara tentang eksistensi Jama’ah Tabligh di dunia Internasional, khususnya di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Setelah sekian lama melakukan penelitian tentang kelompok tersebut, sarjana yang mengagumi pemikiran tokoh-tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Nurcholish Majid, ini akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa Jama’ah Tabligh, dilihat dari tidak adanya benturan-benturan antara Jama’ah Tabligh dengan kelompok-kelompok Islam lainnya, bahkan dengan Negara sekalipun, bukanlah gerakan radikal, melainkan—menurut istilahnya—Literalist Fundamentalist Pietist Movement atau gerakan dengan basis keimanan fundamentalis-literalis. Seolah ia ingin menepis anggapan bahwa Jama’ah Tabligh adalah kelompok garis keras Islam layaknya Al-qaeda.

Di samping itu, ia juga melontarkan sebuah tesis, bahwa Jama’ah Tabligh adalah gerakan Islam yang tidak punya ‘hasrat’ politik. Sebab bagi kelompok ini, politik adalah urusan duniawi yang harus dihindari. [Roland Gunawan]